TIMES SUMSEL, JAKARTA – Hujan monsun deras yang melanda Indonesia, Thailand, dan Malaysia sepanjang pekan ini menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Hingga Sabtu (29/11/2025) malam, lebih dari 460 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ratusan lainnya masih hilang.
Di Indonesia, dampak paling besar terjadi di Pulau Sumatra. Sedikitnya 303 orang tewas dan 279 orang masih dinyatakan hilang. Tim penyelamat menghadapi medan sulit untuk menjangkau wilayah terparah, terutama di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
“Tim penyelamat di Sumatera Utara menemukan 31 jenazah tambahan pada Sabtu,” ujar juru bicara Polda Sumut.
Sementara itu BNPB melaporkan 61 korban jiwa dan 90 orang hilang di Sumatera Barat, serta 35 korban meninggal di Provinsi Aceh.
Lebih dari 3.500 personel kepolisian diterjunkan untuk mencari para korban dan menyalurkan bantuan kepada 28.400 pengungsi yang kini berada di tempat penampungan sementara.
Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa total 80.000 warga telah dievakuasi di tiga provinsi di Sumatra. Ia juga mengatakan operasi penyemaian awan akan dimulai di Sumbar untuk menekan potensi hujan susulan.
Mobil dan sepeda motor rusak saat banjir mulai surut di Hat Yai, Provinsi Songkhla, Thailand selatan. (FOTO: The Guardian/EPA)
Thailand: 3,8 Juta Warga Terdampak, 162 Meninggal
Thailand juga menghadapi banjir besar yang telah memengaruhi lebih dari 1,4 juta rumah tangga atau sekitar 3,8 juta orang. Ketinggian air di Provinsi Songkhla mencapai tiga meter, menjadikannya salah satu banjir terburuk dalam satu dekade.
“Total korban meninggal dunia di delapan provinsi naik menjadi 162 orang,” demikian pernyataan pemerintah.
Perdana Menteri Anutin Charnvirakul mengunjungi lokasi pengungsian di Songkhla dan menyampaikan permintaan maaf atas lambatnya penanganan banjir. Pemerintah mengumumkan bantuan hingga 2 juta baht bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarga.
Malaysia: Dua Korban Meninggal, Perlis Terendam
Di Malaysia, dua orang dilaporkan meninggal akibat banjir yang merendam sebagian wilayah utara Negara Bagian Perlis setelah hujan lebat mengguyur sejak awal pekan.
Dampak Perubahan Iklim
Musim monsun tahunan kerap membawa hujan ekstrem di kawasan Asia Tenggara. Namun para ahli menyebut perubahan iklim telah memperburuk pola badai, membuat durasi dan intensitas hujan meningkat sehingga memicu banjir bandang dan longsor yang lebih sering. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Bencana Monsun Melanda Indonesia–Thailand–Malaysia: Korban Tewas Tembus 460 Orang
| Pewarta | : Widodo Irianto |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |