TIMES SUMSEL, JAKARTA – Wakil Menteri Haji dan Umroh, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, ada 13 petugas haji 2026 yang kini dicopot oleh pihaknya. Keputusan itu diambil karena berbagai alasan. Mulai dari sakit hingga pemalsuan absensi yang dilakukan secara sengaja.
"Ada kasus indisipliner, ada kasus pemalsuan absensi. Jadi ada yang pemalsuan absensi dari hari pertama dan hari ke-10 tidak pernah hadir tapi kemudian absennya dipalsukan. Itu langsung dicopot dan kemudian juga ada yang sakit, tapi tidak ngaku sakit. Padahal kemudian kita temukan ternyata yang bersangkutan itu sakit yang kronis, misalnya TBC," katanya di Asrama Haji, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Tokoh muda Muhammadiyah ini mengatakan, petugas haji yang sakit tersebut diberhentikan karena resiko menyebarkan penyakit kepada petugas lainnya. "TBC itu punya dampak yang buruk kepada petugas lain dan jamaah, termasuk yang jantung dan sebagainya," jelasnya.
Hari ini adalah hari terakhir para petugas haji 2026 mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan pola semi-militer di Asrama Haji tersebut. Diklat ini dilakukan selama 20 hari. Nah, 20 hari selanjutnya, agenda diklat akan dilakukan secara online.
"Ini adalah pertama dalam sejarah. Pertama dalam sejarah pemerintahan Presiden Prabowo itu melakukan pembinaan secara serius terhadap petugas haji. Karena salah satu kritik publik yang paling sering itu adalah dedikasi, disiplin dari para petugas haji," katanya.
Dahnil mengaku, Kepala Negara sejak awal telah memerintahkan pada pihaknya agar kritik dari publik tersebut menjadi perhatian serius untuk petugas haji ke depannya.
"Nah, 20 hari (petugas haji) di barak itu mereka dilatih secara semi-militer terutama kedisiplinan, komando, kemudian kekompakan dan alhamdulillah mereka bonding (kompak) sekarang," ujarnya.
"Kita harapkan dengan pola ini kita bisa menjawab kritik publik selama ini untuk menghindari ada orang-orang yang nebeng naik haji. Jadi konsentrasi kami itu adalah ingin memastikan petugas haji itu niat utamanya adalah menjadi petugas haji, bukan orang-orang yang nebeng naik haji," ujarnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Belasan Petugas Haji 2026 Dicopot, Alasan Sakit hingga Pemalsuan Absensi
| Pewarta | : Moh Ramli |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |