TIMES SUMSEL, JAKARTA – Ayah, Ini Arahnya ke Mana Ya? menjadi film drama Indonesia yang mengangkat isu fatherless.
Fatherless merupakan istilah minimnya peran ayah dalam tumbuh kembang anak baik secara emosinonal maupun pengasuhan. Isu fatherless kini menjadi perhatian pemerintah. Berdasar survei yang dihimpun BPS, fenomena fatherless di Indonesia meningkat hingga 20,9 persen atau lebih dari 15 juta anak kehilangan peran ayah.
Film ini diangkat untuk membuka mata, betapa peran ayah memang sangat penting dalam pertumbuhan anak-anak.
Ayah, Ini Arahnya ke Mana Ya? disutradarai oleh Kuntz Agus yang sebelumnya sukses dengan Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah.
Film keluarga ini dibintangi oleh Dwi Sasono, Mawar de Jongh, Rey Bong, Unique Priscilla, Baskara Mahendra, Kiara Mckenna, dan Dinda Kanya Dewi.
Sinopsis
Ayah, Ini Arahnya ke Mana Ya? diadaptasi dari novel karya Khoirul Tan dengan judul yang sama.
Menggambarkan konflik internal keluarga yang merasa kehilangan sosok ayah hingga berdampak pada anak laki-lakinya.
POV nya, anak-anak tidak memahami perjuangan, lelah dan pengorbanan sang ayah untuk keluarga. Jadi menarasikan bagaimana seorang Ayah berjuang, menyembunyikan lelah, dan menanggung beban hidup demi keluarga, namun seringkali caranya tidak dipahami oleh anak-anaknya.
Sebagai film keluarga, ada pesan moral yang dapat dipetik. Film Ayah, Ini Arahnya ke Mana Ya? bertujuan menjadi "pelukan" bagi penonton, menunjukkan bahwa meskipun tidak ideal, keluarga adalah tempat pulang, sekaligus menyoroti pentingnya validasi emosional dari orang tua. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Ayah, Ini Arahnya ke Mana Ya? Film Drama Angkat Isu Fatherless
| Pewarta | : Dhina Chahyanti |
| Editor | : Dhina Chahyanti |